pengambilan keputusan

Pengantar Manajemen Chapter 4

Proses Pengambilan Keputusan Rasional
Ada enam langkah dalam model pengambilan keputusan yang rasional, yaitu :
1. menetapkan masalah,
2. mengidentifikasi kriteria keputusan,
3. mengalokasikan bobot pada kriteria,
4. mengembangkan alternatif,
5. mengevaluasi alternatif, dan
6. memilih alternatif terbaik.
Model pengambilan keputusan yang rasional diatas mengandung sejumlah asumsi, yaitu :
Ø Kejelasan masalah : pengambil keputusan memiliki informasi lengkap sehubungan dengan situasi keputusan.
Ø Pilihan-pilihan diketahui : pengambil keputusan dapat mengidentifikasi semua kriteria yang relevan dan dapat mendaftarkan semua alternatif yang dilihat.
Ø Pilihan yang jelas : kriteria dan alternatif dapat diperingkatkan sesuai pentingnya.
Ø Pilihan yang konstan : kriteria keputusan konstan dan beban yang ditugaskan pada mereka stabil sepanjang waktu.
Ø Tidak ada batasan waktu dan biaya : sehingga informasi lengkap dapat diperoleh tentang kriteria dan alternatif.
Ø Pelunasan maksimum : alternatif yang dirasakan paling tinggi akan dipilih.
Meningkatkan Kreativitas dalam Pengambilan Keputusan
Dengan adanya kreativitas pengambil keputusan dapat memproduksi gagasan-gagasan baru yang bermanfaat. Selain itu, juga memungkinkan untuk lebih menghargai dan memahami masalah, termasuk masalah yang tidak dapat dilihat orang lain.
1. Potensial kreatif : yaitu potensi yang dimiliki kebanyakan orang, namun untuk mengeluarkannya orang harus keluar dari kebiasaan psikologis yang kebanyakan dari kita terlibat didalamnya dan belajar bagaimana berpikir tentang satu masalah dengan cara yang berlainan.
2. Model kreativitas tiga komponen : suatu badan riset menunjukkan bahwa kreativitas individual pada hakikatnya menuntut keahlian, ketrampilan berpikir kreatif, dan motivasi tugas intrinsik. Semakin tinggi tingkat dari masing-masing komponen ini, maka semakin tinggi pula kreativitas seseorang.
Kebanyakan keputusan dalam organisasi biasanya diambil seperti dibawah ini :
è Rasionalitas terbatas : para individu mengambil keputusan dengan merancang bangun model-model yang disederhanakan yang menyuling ciri-ciri hakiki dari masalah tanpa menangkap semua kerumitannya. Bila berhadapan pada masalah yang kompleks, kebanyakan orang menanggapi dengan mengurangi masalah pada level amna masalah itu dapat dipahami.
Pengantar Manajemen Chapter 4

è Intuisi : penggunaan intuisi untuk mengambil keputusan tidak lagi diangap tak rasional atau tak efektif. Ada pengakuan yang makin berkembang bahwa analisis rasional terlalu ditekankan dan bahwa dalam kasus-kasus tertentu mengandalkan pada intuisi dapat memperbaiki pengambilan keputusan.
Ada 8 kondisi dimana orang paling mungkin menggunakan intuisi didalam pengambilan keputusan, yaitu :
§ bila ada ketakpastian dalam tingkat yang tinggi,
§ bila hanya sedikit preseden untuk diikuti,
§ bila variabel-variabel kurang dapat diramalkan secara ilmiah,
§ bila ‘fakta’ terbatas,
§ bila fakta tidak menunjukkan dengan jelas jalan utnuk dituruti,
§ bila data analitis kurang berguna,
§ bila ada beberapa penyelesaian alternatif untuk dipilih dengan argumen yang baik,
§ dan bila waktu terbatas dan ada tekanan untuk segera diambil keputusan yang tepat.
è Identifikasi masalah : masalah yang tampak cenderung memiliki probabilitas terpilih lebih tinggi dibanding masalah-masalah yang penting.
Ada dua alasan atas hal tersebut :
· mudah untuk mengenal masalah-masalah yang tampak, dan
· karena kita prihatin dengan pengambilan keputusan dalam organisasi sehingga para pengambil keputusan ingin tampil kompeten dan ‘berada pada puncak masalah’.
è Pengembangan alternatif : bukti menunjukkan bahwa pengambilan keputusan adalah inkremental, bukan komprehensif. Artinya pengambil keputusan mengindari tugas-tugas sulit yang mempertimbangkan semua faktor penting, menimbang relatif untung dan ruginya, serta mengkalkulasi nilai untuk masing-masing alternatif. Sebagai gantinya, mereka membuat suatu perbandingan terbatas yang bersifat suksesif.
è Membuat pilihan : untuk menghindari keputusan yang terlalu sarat, para pengambil keputusan mengandalkan heuristik atau jalan pintas penilaian dalam pengambilan keputusan. Ada dua kategori umum heuristik dan satu bias lainnya, yaitu :
› Heuristik ketersediaan : kecenderungan pada orang untuk mendasarkan penilaian pada informasi yang sudah ada ditangan mereka.contoh, pikiran orang bahwa naik pesawat lebih berbahaya daripada mobil.
› Heuristik representatif : menilai kemungkinan dari suatu kejadian dengan menarik analogi dan melihat situasi identik dimana sebenarnya tidak identik. Contohnya adalah manager yang sering menghubungkan keberhasilan suatu produk baru dengan keberhasilan produk sebelumnya, anak-anak yang menonton film Superman dan merasa dirinya seperti Superman, dls.
› Peningkatan komitmen : suatu peningkatan komitmen pada keputusan sebelumnya meskipun ada informasi negatif. Individu meningkatkan komitmen terhadap suatu arah tindakan yang gagal ketika mereka memandang diri mereka sebagai orang yang bertanggung jawab atas kegagalan tersebut,
Pengantar Manajemen Chapter 4

dengan tujuan untuk memperlihatkan bahwa keputusan awal mereka tidak keliru dan menghindari keharusan untuk mengakui kekeliruan itu.
MENGAMBIL KEPUTUSAN
Proses Pembuatan Keputusan:
› Mengenali sebuah masalah,kriteria keputusan dan bobot dari kriteria keputusan tersebut.
› Mengembangkan,menganalisa,memilih sebuah alternatif yang dapat mennyelesaikan masalah tersebut..
› Menerapkan pilihan alternatif tersebut.
› Mengevaluasi ketidakefektifan keputusan tersebut.
Proses pengambilan keputusan
Ø mengenali suatu masalah.
Ø Mengidentifikasi kritia keputusan.
Ø Mengalokasikan berat criteria.
Ø Menyusun alternative.
Ø Menganalisis alternative.
Ø Memilih sebuah alternative.
Ø Mengimplementasikan Alternatif Terpilih.
Ø Mengevaluasi keefektifan keputusan.
Pengambilan keputusan.
v Rasionalitas
ü Manager konsisten, memaksimalkan nilai pilihan dengan desakan khusus.
ü Asumsi Pengambil keputusan:
ü Sangat rasional, objektif, dan logis.
ü Secara hati-hati mendefinisikan masalah dan mengidentifikasi semua alternative.
ü Mempunyai tujuan yang jelas dan spesifik.
ü Akan memilih alternatif yang akan memaksimalkan hasil untuk kepentingan organisasi daripada kepentingan diri sendiri.
Asumsi Rasionalitas
v Rasionalitas yang terbatas
Hal yang dihindari dalam mengambil keputusan
J Manager membuat keputusan yang rasional tetapi terbatas oleh kemampuan mereka untuk memproses informasi
J Pengantar Manajemen Chapter 4

Asumsi Pengambil keputusan
· Tidak akan mencari atau mempunyai pengetahuan alternatif-alternatif
• Puas dengan Alternatif pertama yang dapat menyelesaikan masalah dari pada memaksimalkan hasil dari keputusan mereka dengan mempertimbangkan semua alternatif dan memilih yang terbaik.
Pengaruh dalam pengambilan keputusan
• Perluasan Komitmen
o Meningkatkan atau melanjutkan komitmen yang terdahulu walaupun keputusan itu bisa saja salah
· Peran Intuisi
o Pengambilan keputusan secara intuitif
o Keputusan dibuat berdasarkan pengalaman, perasaan dan keadilan yang terkumpul
Keadaan Pengambilan Keputusan
v Kepastian
ü Situasi ideal dimana manajer dapat membuat sebuah keputusan yang akurat karena hasil keluaran dari setiap pemilihan alternatif dapat diketahui.
v Kepastian
ü Situasi ideal dimana manajer dapat membuat sebuah keputusan yang akurat karena hasil keluaran dari setiap pemilihan alternatif dapat diketahui.
v Resiko
ü Keadaan dimana manajer dapat mengestimasi kemungkinan (probabilitas) dari hasil keluaran yang dihasilkan dari pemilihan beberapa alternatif.
Gaya Pengambilan Keputusan
Ø Dimensi dari Gaya Pengambilan Keputusan
À Cara Berpikir
À Rasional, Teratur, dan Konsisten
À Intuitif, Kreatif dan Unik
À Toleransi Terhadap Ambiguitas
À Toleransi Rendah: membutuhkan konsistensi dan keteraturan
À Toleransi Tinggi: mampu memproses banyak pemikiran sekaligus

Karakteristik dari suatu Proses Pengambilan Keputusan Secara Efektif
Fokus terhadap apa yang lebih penting. Logis dan Konsisten.
Mengakui antara pemikiran yang subjective and objective and mencampur analitik dengan pemikiran intuitif.
Hanya membutuhkan informasi dan analisa seperti halnya diperlukan untuk memecahkan dilema tertentu.
Pengantar Manajemen Chapter 4

Mendorong dan memandu pengumpulan informasi yang relevan dan memberi tahu pendapat.
Langsung, dapat dipercaya, mudah untuk menggunakan, dan fleksibel.
Tantangan dalam pengambilan keputusan
è Penerapan aturan main tanpa menghiraukan faktor-faktor lain
è Salah pendefinisian masalah dan secara potensial bisa “memecahkan” masalah yang keliru
è Tanpa disadari pemberian bobot yang tak proporsional pada informasi pertama yang didengar manajer).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s